AKU DAN [JUGA] SEPI
Seperti aku dan
ruangan ini.
Mungkin sepi
Dan juga sunyi
Rasa yang sendiri
terlalu luas bermain main ditengah lengangnya bunyi.
dan aku tak
hendak membuatnya pergi
#bungongpade, 31
agustus 2012
PNH
Hmmmm ... Hmmmm ... Hmmmm ... Hmmm ...
Hanya apakah aku lebih
mencintai aku yang esok atau yang sekarang? Tanya yang terus bergantayangan.
Kutinggalkan kaca dan beralih ke lemari kayu tua. Mengambil kemeja putih, rok
hitam, kerudung putih. Bukan semuanya belum terstrika,, tapi akan ku strika
ulang. Besok adalah hari spesial, dan di hari spesial, aku selalu menstrika
ulang pakaianku agar tidak kelihatan bekas lipatan. Ku gantung dengan rapi.
Siap sudah untuk esok. Sepatu hitam sudah disiapkan. Seperti saat2 sidang
dahulu. Hingga aku kembali menatap layar. 12.04 sudah tanggal 30 january,,
Aq hanya berdiri disini. Sisi
kiri bahuku penuh. Masih kudekap ia yang tersengguk. Ku peluk erat. Menurunkan segenap
rasa risau dan semangat yang ku punya. “Sudah kawan,, kita bisa dimasa depan. Kita
pasti bisa!! “
Ku masuki ruangan sidang itu untuk ke dua kalinya. Kali ini
untuk mengatur, whats the next step should we do. Getar massage “ gak apa
sayang,.. ada hikmah mungkin “ my mom,, mata kembali berkaca. Jangan jatuuh,,,
telf berdering “my mom” mi,, jangan telp skarang,, . suara di seberang pun
terdengar memaklumi. Hampir pecah saja tangis. Tidak,, bukan saatnya menangis,,
saatnya bangkit. Ku letak kan hp kembali dalam tas orange. Cukup 2 tetes air
mata yang tumpah hari ini. tidak ingn lagi. 
hari ini, aku telah menyelesaikn sluruh bagian dari kampus ku. dan saat inilah aku tersadar, bahwa: ini bukan saatnya berjuang, ini saatnya berdoa. apapun akhirnya,, berdoa,, karna tiada yang harus di perjuangkan lagi. jika kamu berharap lulus profesi, maka berdoalah,, dan berserah lah kepadaNya.awalnya aku seperti kehilangan arah,, seperti kehilangan pegangan. hanya menunggu dan merenung, apakah akan lulus? dan berharap akan lulus, jadinya gak usah ribet memulai dari awal lagi, n mejalani prosesi2 yang menyedot semua tenaga yang kumiliki.
seorang pejuang sejati adalah dia yang tidak takut kalah dalam medan perang..
dia yang mampu bangkit mengangkat pedang untuk maju kedepan setelah keterpurukan.dan aku,, akan menjadi seperti itu.
menjadi pilihan sulit ketika aku mendapatkan kesempatan ini. walk in interview. apakah aku siap untuk bekerja disini. ? tidak,, tempat ini terlalu jauh,,tentang cita cita meraih spesialis pun masih ku fikirkan,, aku memang telah jatuh cinta dengan dunia ini.. farmasi.. menggenggamku sedemikian erat dalam rasa cinta yang tidak bisa ku elakkan. aku ingin mengambil spesialis. tapi ,, aku ingin bukan dengan dananku sendiri. :D jadi aku putuskan untuk menunda mengambil spesialis, dan bekerja. yah,, sudah waktunya untuk memikirkan hidup selain kuliah. dewasalah.. mulai bertanggung jawablah,,
gamang,, kesempatan itu begitu terbuka lebar disini,, melambai dengan senyum. sedang disana.. aku masih tidak mengerti :(